Selasa, 22 Oktober 2013

Begitu Cantik nya Indonesia di Mata Dunia International

Kita kaya tapi miskin
Kita besar tapi kerdil
Kita merdeka tapi terjajah
(BJ. Habibie)
indonesia-kayaSetelah melihat tayangan 360 di mana di dalamnya presiden TDA Pak Fauzi Rachmanto diwawancarai oleh Metro TV. Topik yg dibahas adalah mengenai begitu “cantik” nya Indonesia di mata dunia international. Bahkan ada salah satu TV luar negeri mengatakan “era BRIC (Brazil, Rusia, India, China) sudah berakhir. Saatnya kita melihat Turki, Indonesia, Philipina”. Orang terkaya di dunia, Carlos Slim pun juga mengatakan, Indonesia adalah ‘opportunity’ bagi perusahaannya. Indonesia adalah negara yg pertumbuhan ekonominya no. 2 tertinggi setelah China pada tahun 2012.
Di balik carut marutnya kasus korupsi Indonesia serta infrastruktur yg masih ala kadarnya, Indonesia tetap menjadi primadona, karena SDM dan SDA yg melimpah ruah. Namun para orang asing itu hanya melihat Indonesia sebagai pasar mereka,bukan sebagai partner. Seperti Blackberry dan Nokia yg tdk mau membuat pabriknya di Indonesia, mereka hanya menjadikan kita sebagai pasar. Dan akhirnya kedua nama itu terancam bangkrut.
Anyway, pemerintah sebagai lembaga yg mengelola negara ini seharusnya bisa melihat ini sebagai nilai jual. Selayaknya seorang gadis cantik, seharusnya pemerintah memiliki syarat2 agar bisa meminang gadis ini, namun untuk kepentingan si gadis tentunya. Bagaimana caranya agar kita tdk terjajah oleh bangsa asing, itu intinya.
Karena menurut mantan Presiden kita, bangsa kita sudah terjajah secara ekonomi dan politik oleh negara lain. Secara gamblang di pidato beliau ketika memberikan sambutan untuk acara Wirausaha Muda Mandiri 2013, diceritakan bahwa IMF yg memberikan kredit utk mengatasi krisis moneter 1998, memberikan syarat yaitu salah satunya “membangkrutkan” IPTN sebagai perusahaan pembuat pesawat. Dan menurut beliau itu adalah kriminil. Banyak kebijakan saat itu yg menguntungkan pihak luar, bank2 pun dimiliki oleh asing, bahkan sampai 99%, telekomunikasi dll. Inilah harga mahal yg harus kita bayar ketika itu, dan kita rasakan sampai sekarang.
Tapi bangsa kita adalah bangsa pejuang. Di sini masih ada Presiden TDA dengan laskarnya yang memiliki visi membentuk 10rb pengusaha miliarder sampai dengan 2015. Sejak jaman sebelum masehi, Sriwijaya, Majapahit dan Indonesia kita adalah bangsa pejuang. Asal kita harus berubah. Kalau kata Habibie saat ini Indonesia masih dalam keadaan paradoks, saya tidak tau apa artinya itu, tapi ada beberapa penyebab keadaan paradoks ini.
Penyebab keadaan paradoks (menurut Habibie)
1. Mengandalkan sdm daripada sda
2. Lebih jangka pendek, bukan jangka panjang
3. Mengandalkan citra dan berwacana daripada karya nyata
4. Lebih melirik makro daripada mikro ekonomi
5. Lebih mengandalkan cost added daripada value added
6. Lebih berorientasi pada neraca perdagangan dan pembayaran dan cenderung mengabaikan neraca jam kerja
Kita bisa meniru Jerman dengan sepakbolanya. Tahun 70-an mereka menjuarai piala dunia dan Bayern Muenchen 3x berturut turut menjuarai Piala Champion namun setelah itu mereka tidur dan berbenah lagi, lalu mereka menjadi juara dunia dan Eropa pada 1990-1996 dan kemudian tahun 2000an mereka berbenah lagi. Merekrut serta membina usia muda sehingga 5 tahun ini sampai dengan sekarang hasil itu sudah keliatan.
Habibie yg merupakan lulusan terbaik universitas Jerman membutuhkan waktu 10 tahun untuk membuat CN 235, lalu N 250. Tidak ada yg instan, perlu waktu untuk membangun lagi Indonesia yg lebih besar dan kuat.
Dan TDA membutuhkan waktu untuk bisa menciptakan pengusaha yg tangguh dan kuat untuk kemajuan bangsa ini tentunya dan semoga kata2 pak Habibie di awal tulisan tadi sudah menjadi sejarah.
Aditya Hayu Wicaksono

http://www.tdajaktim.com/begitu-cantik-nya-indonesia-dimata-dunia-international.html

Senin, 21 Oktober 2013

Ada Beberapa Tipe Dari Harga Saham

Harga Saham Sidomulyo adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. [1] Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk 'menjual' kepentingan dalam bisnis - saham (efek ekuitas) - dengan imbalan uang tunai.[2] Ini adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi.[2] Saham dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market).[3]

Ada beberapa tipe dari Harga saham, termasuk saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Harga Saham preferen biasanya disebut sebagai saham campuran karena memiliki karakteristik hampir sama dengan saham biasa.Biasanya saham biasa hanya memiliki satu jenis tapi dalam beberapa kasus terdapat lebih dari satu, tergantung dari kebutuhan perusahaan. Harga Saham biasa memiliki beberapa jenis, seperti kelas A, kelas B, kelas C, dan lainnya. Masing-masing kelas dengan keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri dan simbol huruf tidak memiliki arti apa-apa.[4]
Karakteristik
Saham Preferen
Saham Preferen memiliki karakteristik sebagai berikut:[5][6]
•    Memiliki berbagai tingkat, dapat diterbitkan dengan karakteristik yang berbeda
•    Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi dari harga saham sidomulyo biasa dalam hal pembagian dividen
•    dividen kumulatif, bila belum dibayarkan dari periode sebelumnya maka dapat dibayarkan pada periode berjalan dan lebih dahulu dari saham biasa
•    Konvertibilitas, dapat ditukar menjadi saham biasa, bila kesepakatan antara pemegang analisa saham dan organisasi penerbit terbentuk
Saham Biasa
Memiliki karakteristik:[5]
•    Hak suara pemegang saham, dapat memillih dewan komisaris
•    Hak didahulukan, bila organisasi penerbit menerbitkan saham baru
•    Tanggung jawab terbatas, pada jumlah yang diberikan saja
Kategori
Bila ditinjau dari kinerja perdagangan, saham dapat dikelompokkan menjadi :[1]
1.    Blue chip stocks, saham biasa yang memiliki reputasi tinggi, sebagai pemimpin dalam industrinya, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen
2.    Income stocks, saham suatu emiten dengan kemampuan membayarkan dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya
3.    Growth stocks, terdiri dari well-known dan lesser-known
4.    Speculative stocks, saham secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, namun belum pasti
5.    Counter cyclical stocks, saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum
Aplikasi
Masyarakat dapat membeli saham biasa di bursa efek via broker. Di Indonesia, pembelian harga saham harus dilakukan atas kelipatan 500 lembar atau disebut juga dengan 1 lot.[7] Saham pecahan ( tidak bulat 500 lembar ) bisa diperjualbelikan secara over the counter.[7] Salah satu tujuan masyarakat untuk membeli saham adalah untuk mendapatkan keuntungan dengan cara:[1]
1.    Meningkatnya nilai kapital (capital gain).
2.    Mendapatkan dividen.
Penawaran Harga Saham Sidomulyo Perusahaan kepada masyarakat pertama kali sebelum listing di bursa dinamakan Initial Public Offering (IPO), sedangkan jika sudah terdaftar (listing) dan perusahaan ingin menambah saham beredar dengan memberikan hak terlebih dahulu kepada pemegang saham lama untuk membeli-nya dinamakan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau dikenal juga dengan sebutan Right Issue.

Beberapa perusahaan Indonesia melakukan dual listing saham di Bursa Efek Jakarta dan New York Stock Exchange. Saham yang diperjualbelikan di NYSE tersebut biasa dikenal dengan American Depositary Receipt(ADR). Harga saham, bisa naik atau pun turun, seiring dengan situasi dan kondisi yang ada. Seperti saat krisis moneter pada tanggal 15 September 1998, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga merupakan barometer saham di Indonesia terpuruk hingga mencapai nilai 292,12 poin.[8] Pada bulan September pula, IHSG mencapai nilai terendah yaitu 254 poin.[8] Hal ini menyebabkan saham-saham di dalam negeri menjadi under value.[8] Dalam periode 2002-2007, nilai IHSG telah pulih bahkan sudah beberapa kali memecahkan rekor. Contohnya pada tahun 2006 dan tahun 2007 IHSG memposisikan dirinya sebagai salah satu indeks yang memiliki kinerja terbaik dunia ( peringkat 2 setelah Cina, mencapai level 2.745,826 poin).[9]Pada tanggal 11 Desember 2007, IHSG mencapai level 2.810,262 poin sekaligus menorehkan sejarah sebagai level indeks tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.[9] Selain itu, IHSG mengalami peningkatan rata-rata tahunan sebesar 42,18% sebagai pergerakan indeks tertinggi dibandingkan dengan peningkatan indeks di Asia.[9]
Mekanisme perdagangan saham di Indonesia
Pertama yang perlu dilakukan adalah investor harus menjadi nasabah pada perusahaan efek dahulu.[10] Investor membuka rekening dengan membayarkan deposit sejumlah Rp 25 juta, sementara yang lain mewajibkan sebesar Rp 15 juta dan seterusnya.[10] Jumlah yang disetorkan bervariasi.[10] Pada dasarnya,batasan minimal atau jumlah nominal membeli saham tidak ada tapi di Bursa Efek Indonesia pembelian minimal 500 lembar atau 1 lot, misalnya harga saham perusahaan XYZ senilai Rp 100,00 maka dana minimal yang dibutuhkan untuk membeli satu lot sama dengan Rp 50.000,00 ( 500 lembar dikali Rp 100,00 ).[10] Transaksi penjualan atau pembelian dapat dilakukan pada Hari bursa saham.